Latar Belakang dan Landasan Kebijakan
Kementerian Agama RI meluncurkan konsep Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai upaya menanamkan nilai kasih sayang, toleransi, dan persaudaraan dalam sistem pendidikan, khususnya di madrasah dan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PABP) .
Peluncuran resmi dilakukan oleh Menteri Agama pada 24 Juli 2025 di Makassar, menjadikan KBC sebagai “ruh” pendidikan yang universal, bukan sekadar alat ajar di dalam kelas .
Nilai inti Kurikulum Cinta dikenal sebagai Panca Cinta, meliputi cinta kepada Tuhan, diri dan sesama, ilmu pengetahuan, lingkungan, serta bangsa dan negeri .
Makna dan Esensi Kurikulum Cinta
Kurikulum ini meneguhkan pentingnya cinta dalam hubungan vertikal (dengan Tuhan) dan horizontal (sesama manusia, lingkungan, bangsa) .
Menurut Menag, Kurikulum Cinta tidak menghilangkan perbedaan agama, namun mengajarkan agar keberagaman tidak menjadi sumber konflik—melainkan menumbuhkan cinta yang saling menghargai .
Implementasi dalam Pendidikan
Panduan resmi KBC memuat strategi integratif dalam pembelajaran di madrasah: intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Rangkaian implementasi melibatkan: pilot project, peluncuran, sosialisasi, pelatihan guru (termasuk via MOOC), dan mulai penerapan di tahun ajaran 2025/2026 .
Pembelajaran Anti Korupsi: Membentuk Akhlak Jujur dan Bertanggung Jawab
Nilai-nilai Utama:
Berdasarkan poin-poin yang Anda lampirkan, pendidikan anti korupsi (AK) dalam konteks PABP menitikberatkan pada penguatan nilai:
- AK Jujur
- AK Disiplin
- AK Tanggung jawab
- AK Adil
- AK Berani
- AK Peduli
Nilai-nilai tersebut sesuai dengan semangat PABP yang menyasar akhlak mulia dan integritas personal dan sosial.
Hubungan dengan Kurikulum Cinta dan PABP
Nilai anti korupsi merupakan bentuk konkret dari praktik cinta tanggung jawab dan kepedulian terhadap kebaikan bersama. Dengan mencintai ilmu, diri, dan lingkungan, peserta didik juga belajar berlaku jujur, adil, disiplin—mencegah perilaku koruptif.
Dokumen Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (Kemendikbud) menyebutkan aspek akhlak, kasih sayang, dan cinta sebagai esensi pembentukan karakter, termasuk dalam konteks moral dan sosial .
Moderasi Beragama: Membangun Toleransi dalam Keberagaman
Nilai-nilai moderasi dalam poin Anda antara lain:
- MB Komitmen kebangsaan
- MB Toleransi
- MB Anti kekerasan
- MB Akomodasi budaya lokal
Nilai ini mendukung pembentukan profil pelajar yang menghormati keragaman, menjaga kedamaian, dan inklusif terhadap budaya.
Relevansi dengan Kurikulum Cinta dan Landasan PABP
Kurikulum Cinta menanamkan cinta kepada sesama dan bangsa—landasan penting bagi moderasi beragama: “beda agama bukan berarti musuhan” .
Pendidikan PABP membantu peserta didik memahami akhlak, ukhuwah (persaudaraan), dan budi pekerti yang mendukung toleransi dan kerukunan antarsesama .
Baca juga, Membuat RPP PM dengan AI
Sinergi Ketiga Pilar dalam RPP PABP
1. Rumusan Tujuan Pembelajaran (RPP)
- Mengembangkan kompetensi spiritual dan moral seperti cinta kepada Tuhan, sesama, ilmu, lingkungan, dan bangsa.
- Menanamkan nilai anti korupsi: jujur, adil, bertanggung jawab, peduli.
- Mewujudkan moderasi beragama: toleran, menghormati keberagaman, menghindari kekerasan, menghargai budaya lokal.
2. Strategi Pembelajaran
- Pendekatan tematik dan terintegrasi: misalnya, pelajaran Akhlak atau SKI memuat skenario penerapan sekumpulan nilai: cinta, kejujuran, toleransi.
- Aktivitas partisipatif: diskusi kasus moral, simulasi pengambilan keputusan etis, proyek lingkungan, kunjungan lintas kelompok budaya.
- Refleksi dan storytelling: mendorong peserta didik mengenali nilai dalam kehidupan sehari-hari dan berbagi pengalaman.
3. Asesmen dan Evaluasi
- Penilaian afektif dan perilaku: observasi, jurnal reflektif, portofolio akhlak.
- Indikator Panca Cinta dan AK/MB: misalnya, mampu menunjukkan tindakan toleran, jujur saat ujian/latihan, peduli satu sama lain.
- Evaluasi berkelanjutan: monitoring sikap kasih sayang, keteladanan guru, dan pengaruh jangka panjang.
Kesimpulan
Penerapan Kurikulum Cinta, yang diperkaya oleh nilai Anti Korupsi dan Moderasi Beragama, menjadi landasan ideal dalam menyusun RPP Pendidikan Agama dan Budi Pekerti yang holistik. Ketiganya membantu siswa tidak hanya cerdas secara agama dan akhlak, tetapi juga berintegritas, toleran, dan cinta terhadap kemajemukan bangsa. Ini sejalan dengan tujuan Pendidikan Nasional untuk mencetak generasi yang iman, mulia akhlaknya, dan bertanggung jawab sebagai warga negara
Berikut ini Templete RPP Pembelajaran Mendalam Khusus Pendidikan Agama dan Budi Pekerti: Download disini.
#rpppm #pembelajaranmendalam #deeplearning #kurikulumcinta #pembelajaranantikorupsi #moderasiberagama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar