Mata pelajaran vokasional adalah mata pelajaran kejuruan yang dirancang untuk membekali peserta didik dengan keterampilan praktis, pengetahuan teknis, dan sikap kerja yang spesifik untuk bidang pekerjaan tertentu. Pendidikan ini berfokus pada persiapan siswa agar siap memasuki dunia kerja, menjadi wirausahawan, atau melanjutkan studi terapan.
Di Indonesia, pendidikan vokasional umumnya ditemukan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan perguruan tinggi vokasi (diploma) dengan komposisi kurikulum yang lebih banyak praktik daripada teori.
Berikut adalah penjabaran mata pelajaran/keterampilan vokasional berdasarkan bidangnya:
1. Bidang Keterampilan Praktis (Umum/SLB/SMK)
Jenis keterampilan ini berfokus pada pelatihan vokasional dasar hingga menengah, seperti:
- Tata Boga: Memasak, pengolahan makanan, bakery.
- Tata Busana: Menjahit, membatik, desain busana.
- Otomotif: Servis kendaraan ringan, teknik sepeda motor.
- Kerajinan Tangan (Kriya): Membuat tasbih, kalung, gantungan kunci, hantaran pernikahan.
- Musik dan Seni: Keterampilan praktis di bidang seni.
- Teknologi dan Rekayasa: Teknik Mesin, Teknik Elektronika, Teknik Bangunan.
- Teknologi Informasi: Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Komputer dan Jaringan.
- Bisnis dan Manajemen: Akuntansi, Manajemen Perkantoran, Pemasaran.
- Pariwisata: Perhotelan, Tata Boga, Usaha Perjalanan Wisata.
- Agribisnis dan Agroteknologi: Agribisnis Tanaman, Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian.
- Seni dan Ekonomi Kreatif: Produksi Film, Broadcasting.
- Produksi Media (D4)
- Manajemen Bisnis Pariwisata (D4)
- Manajemen Rekod dan Arsip (D4)
- Hubungan Masyarakat (D3)
- Penyiaran Multimedia (D3)
- Periklanan Kreatif (D3)
- Berbasis Praktik: Fokus pada penguasaan keahlian teknis (kompetensi).
- Kesesuaian Industri: Kurikulum disusun agar relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri (link and match).
- Sertifikasi Kompetensi: Seringkali diakhiri dengan uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat keahlian.
- Dual System: Pembelajaran dilakukan di sekolah dan praktik kerja lapangan (PKL/magang) di industri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar